Mengenal DNSSEC

Apakah DNSSEC itu ? mari kita mengenal dnssec, salah satu fitur dari DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk melakukan konversi dari nama domain menjadi ip address dan begitu juga sebaliknya.

DNSSEC memiliki fitur verifikasi ketika sebuah request pada semua domain pada DNS Registrar sehingga tidak terjadi kesalah pahaman dalam melakukan translate nama domain ke ip address. Hal ini mencegah dari serangan pihak ketiga untuk memanipulasi atau meracuni respon hasil request dari DNS.

Ada tiga faktor yang harus dimiliki ketika akan menggunakan DNSSEC untuk proteksi domain dari ancaman spoofing dan poisoning attack.

1. DNS zone untuk domain harus dapat memberikan layanan DNSSEC record untuk public keys (DNS KEY), Signature (RRSIG), dan record lain seperti NSEC / NSEC3 dan NSEC3PARAM untuk melakukan authentifikasi pada seluruh record dns yang ada.

2. Top Level Domain atau TLD registry harus memiliki DS Record untuk melakukan authentifikasi (DNSKEY) pada zone yang ada. Dengan mengaktifkan DNSSEC pada domain registrar (harus ada fiturnya)

3. Untuk mendapatkan keamanan maksimal dari DNSSEC, harus menggunakan DNS resolver yang bisa memberikan validasi DNSSEC-signed domain. Sebagai contoh DNS dengan menggunakan powerdns dapat memberikan authentifikasi ini.

Beberapa DNS Public seperti Google Public DNS bisa melakukan authentifikasi untuk melakukan validasi request DNS.

Jika DNS provider anda tidak memiliki fitur DNSSEC maka anda tidak akan dapat menggunakan fitur DNSSEC ini, sebaiknya anda melakukan migrasi pada registrar yang memberikan layanan DNSSEC.

Beberapa registrar seperti Google, i2DOTNET bisa memberikan layanan DNSSEC untuk mengamankan proses akses domain anda, terlebih lagi pada layanan hosting i2DOTNET DNSnya tersebar pada semua kontinen region seperti Amerika, Asia dan Eropa yang menggunakan fitur DNS Cluster.

Dengan aktifnya fitur DNSSEC ini tentunya akan menambah keamanan pada user yang melakukan akses pada website anda. Terhindar dari serangan DNS seperti DNS Poisoning atau DNS Attack. Karena semakin lama para hacker semakin pintar dalam melakukan eksploitasi untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Mengenal DNSSEC ini sangat penting bagi mereka yang memiliki profesi sebagai system administrator.

Kapan saatnya pindah hosting ?

Kapan saatnya pindah hosting ?
Kapan saatnya pindah hosting ?

Kapan saatnya pindah hosting ? Ini mungkin jadi salah satu pertanyaaan bagi kita semua para pelanggan hosting. Ketika semua layanan pada sebuah provider hosting sudah tidak nyaman lagi seperti akses ke website lambat, sering tidak bisa diakses atau down, support sudah tidak lagi bisa membantu memberikan penjelasan maupun tidak dapat membantu permasalahan kita maka itulah saatnya kita untuk pindah hosting.

Sebelum memutuskan untuk migrasi hosting, ada baiknya kita melakukan evaluasi terhadap provider hosting yang sudah kita pilih bertahun-tahun lamanya. Namun ketika semuanya sudah tidak sesuai dengan ekspektasi, maka salah satu pilihan yang harus diambil adalah pindah hosting. Bagaimanapun semua pelanggan hosting pasti tidak mau mengalami masalah dengan websitenya, apalagi ketika digunakan pada saat-saat penting seperti rapat.

Bagi seorang blogger, kondisi prima sebuah website wajib karena bila website tidak dapat diakses, websitenya terasa lambat maka taruhannya adalah para pengunjung website tersebut. Apalagi ketika sebuah website blogger yang memiliki banyak pengunjung dan sudah dimonetisasi maka ini adalah pilihan yang harus diambil.

Untuk evaluasi terhadap hosting yang kita langgan, kita bisa melakukan hal berikut ini.

Memantau uptime downtime server. Banyak sekali tools yang dapat membantu kita untuk memonitor kondisi server provider yang kita pilih seperti hetrixtools, pingdom, dan masih banyak lagi yang bisa kita cari untuk mengetahu kapan server yang kita tempati mengalami downtime. Jika dirasa server mengalami downtime yang terlalu lama dalam rentang waktu tertentu, maka kita bisa melakukan komplain atau crosscheck dengan SLA (Service Legal Agreement) dengan provider hosting tersebut.

Memantau kecepatan website. Untuk melakukan pengecekan kecepatan akses terhadap website kita, maka kita bisa gunakan tools dari pihak ketiga seperti pingdom, google page insight, dan masih banyak tools lainnya. Jika dirasa audit yang diberikan oleh pihak ketiga tersebut website kita lambat, maka ada baiknya kita melakukan self assessment apakah kelambatan yang terjadi karena website kita ataukah dari provider hosting kita.

Memantau resource server. Sebuah layanan hosting dengan tipe shared hosting adalah sebuah server dengan jumlah resource tertentu seperti CPU, RAM, DISK SPEED akan digunakan secara bersama sama. Oleh karena itu jika kita mengalami masalah, bisa jadi resource yang disediakan sudah tidak mencukup untuk semua user yang ada pada server tersebut. Hosting provider yang baik adalah dapat melakukan manajemen pada servernya, rasio sebuah server dengan resource tertentu hanya dapat digunakan oleh misalnya 100 user. Jika load server sudah melebihi dari resource yang ada di server, maka secara otomatis semua pengguna server akan mengalami akses lambat.

Tips memilih provider hosting

Tips memilih provider hosting

Ketika anda terjun ke dalam dunia internet, apalagi mengambil hobi suka menulis (blogger) atau bahkan anda adalah seorang jurnalis, tentunya anda memerlukan sarana untuk menempatkan hasil tulisan anda pada sebuah provider hosting. Yuk mari kita simak tips memilih provider hosting yang baik.

Hosting yang besar / punya nama belum tentu memiliki layanan yang baik. Kenapa saya berkata begitu ? karena sudah banyak sekali contoh provider hosting yang memiliki nama besar, iklan bertebaran dimana-mana tetapi kenapa layanannya tidak seperti yang diinginkan. Simple saja, sebuah perusahaan yang besar dimana memiliki customer yang banyak tentunya juga memerlukan effort yang sangat besar juga baik dari sisi resource maupun dari sisi support. Hal inilah yang biasanya tidak sebanding antara satu dengan yang lainnya.

Terkadang provider hosting yang kecil dengan jumlah customer yang tidak besar malah bisa memberikan layanan maksimal kepada pada customernya. Ini karena mereka untuk ketersediaan supportnya sangat memadai dan tidak overload.

Pilihlah provider hosting yang sudah lama exist. Biasanya provider hosting lama lebih mumpuni jika dibandingkan dengan provider hosting yang baru karena dari sisi pengalaman lebih banyak serta dengan tetap existnya provider hosting tersebut membuktikan bahwa provider tersebut dapat melalui semua ujian sebuah perusahaan (biasanya 1-2 tahun perusahaan baru akan kolaps) karena sering kali bermasalah di sisi manajemen (baik keuangan maupun sumber daya).

Cermati website dan sistem billingnya. Sebuah provider hosting yang baik pasti akan mencantumkan semua informasi baik layanan hosting, term of services, bagaimana menghubungi supportnya dan informasi lainnya. Salah satu yang paling penting adalah cermati pada bagian website dimana biasanya sebuah jasa/produk akan memberikan manual / informasi atau biasa dikenal dengan istilah Knowledge Base. Disitu kita bisa membaca petunjuk seputar tentang layanan hosting dari a sampai dengan z. Jika sebuah provider hosting tidak memiliki hal yang satu ini, maka bisa dipastikan bahwa layanannya kurang bagus.

Domain provider jasa hosting ini perlu juga dicermati, karena domain adalah identitas dari provider hosting maka jika dilihat dari sisi masa berlakunya domainnya masih panjang maka bisa dipastikan bahwa layanan ini akan terus berlanjut berbeda dengan jika masa berlaku domainnya hanya sampai 1-2 tahun kedepan patut dipertanyakan.